Desa Wisata
Desa Wisata

Desa wisata atau Bumdes Unit Wisata dengan Bisnis Model Canvas

Desa wisata atau Bumdes Unit Wisata akhir-akhir ini menjadi trend dikalangan pelaku bumdes, terlebih lagi saat ini sudah banyak contoh-contoh desa yang berhasil dengan unit bumdes ini. Sebut saja ponggok di klaten, Tebing Brexi di jogja, Puri Mataram dan sebagainya, sebelum terlalu jauh mari kita mengenal apa itu bumdes

Apa Itu Bumdes ?

Bumdes adalah sebuah badan usaha yang dibentuk sebagai salah satu jalan bagi desa untuk mendapatkan Laba / Keuntungan. Maka dari itu, Bumdes harus berusaha keras untuk mengoptimasi unit-unit bisnis yang ada didalamnya. Salah satu langkah awal yang harus dibentuk oleh Bumdes adalah membuat sebuah model bisnis yang disesuaikan dengan jenis unit usaha yang dijalankan di Desanya. Model Bisnis diharapkan mampu menjadi roadmap bagi bisnis Bumdes sehingga Bumdes tidak melenceng dari tahap-tahap bisnis yang harus dijalankan. Selain kelengkapan administrasi pendirian Bumdes seperti yang tertuang pada Permen PDTT Nomor 4 tahun 2015, Bumdes juga diharapkan sudah membuat model bisnis yang rapi sehingga Bumdes dapat memberikan gambaran bagaimana potensi dan Unit usaha Bumdes akan berjalan dan memberikan untung bagi usahanya. Salah satu Platform Model Bisnis yang dapat digunakan adalah Business Model Canvas (BMC).

BMC untuk Bumdes

BMC terdiri dari 9 kolom yang berbeda-beda seperti berikut.

  1. Value Proportions
  2. Customers Segments
  3. Customers Relationship
  4. Channel
  5. Key Activities
  6. Key Resources
  7. Key Partners
  8. Cost Structures
  9. Revenue Stream
Bumdes Wisata
Business Model Canvas

Designed by : Strategyzer AG. The makers of Business Model Generation and Strategyzer.

Contoh Model Business Canvas untuk Bumdes Wisata

Kita akan mencoba membuat Model Business Canvas sederhana untuk unit usaha Bumdes yang bergerak di unit usaha Pantai. Saat ini, ada banyak Bumdes yang mulai mengoptimasi potensi wisata yang ada di Desa. Bumdes wisata yang berhasil di optimasi dengan baik, bisa memberikan omzet yang besar untuk kas Bumdes dan PADes. Bahkan beberapa Desa berhasil mendapatkan omzet hingga lebih dari 1 Milyar dalam 1 tahun. Lantas, bagaimana membangun Bisnis model canvas untuk Bumdes yang bergerak dibidang wisata ?

Untuk memulai pembuatan sebuah model bisnis untuk unit usaha bumdes wisata adalah sebagai berikut. Value Proportions

Value Proportions (VP)

Value Proportion adalah nilai yang anda tunjukkan kepada calon customers atau customers sehingga tempat wisata bumdes anda terlihat lebih menarik sehingga suatu saatu bumdes wisata yang anda kembangkan dapat membuat pengunjung betah dan ada keinginan datang kembali. Contohnya adalah ada renovasi dan penambahan wahana, menjaga kebersihan, pelayanan yang ramah dan fasilitas yang baik.

Customer Segments (CS)

Customer Segments adalah kelompok atau golongan calon pengunjung yang anda target untuk datang ke tempat wisata bumdes yang dikelola. Contohnya adalah usia pengunjung yang anda target, menargetkan pengunjung dengan usia 1-15 tahun, menargetkan mahasiswa, orang dewasa dan lain sebagainya. Target dan tulislah CS anda secara spesifik sehingga memudahkan anda untuk mengambil kebijakan di kemudian hari.

Customer Relationships (CR)

Customer relationshipsadalah cara yang harus anda lakukan agar pengunjung merasa nyaman dan menjadi sangat nyaman dengan layanan yang anda berikan sehingga anda bisa terus menjaga pelanggan agar dapat kembali ke Bumdes wisata anda dikemudian hari. Misalnya memberikan diskon, memberikan informasi wahana baru, membuka peluang membership dan masih banyak metode lain yang bisa dicoba.

Channel

Channel adalah media atau wadah yang dapat anda gunakan untuk mempromosikan unit usaha bumdes. Channel Marketing ini juga harus dimasukkan ke dalam Model Bisnis Canvas. Contoh channal yang dapat digunakan oleh bumdes wisata adalah membuat website, sosial media official untuk bumdes wisata, bisa sewa papan reklame juga, bikin channel Youtube atau menggunakan jasa sales.

Key Activities (KA)

KA adalah cara yang anda tempuh untuk menciptakan value proportions. Karena yang dibangun adalah bumdes wisata, maka key activiesnya adalah perawatan wahana, menjalankan marketing, memproduksi merchendies dan lain sebagainya.

Key Resources (KR)

KR adalah sumber daya atau kebutuhan dasar yang anda butuhkan dalam pembangunan, pengembangan dan pengelolaan Bumdes Wisata. Contoh KR unit usaha Bumdes wisata adalah SDM, database pelanggan, pendanaan awal jika unit bumdes baru dibangun, dan lain sebagainya.

Key Partners (KP)

KP adalah rekan atau mitra kerja sama bisnis usaha bumdes wisata yang anda jalankan. Contohnya adalah jasa kebersihan, pengelola parkir, vendor programer untuk pembuatan sistem kasir custom, dan lain sebagainya.

Cost Structures (CSt)

Cost Structures adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh Bumdes wisata selama menjalankan bisnis atau ketika awal membangun unit bisnis. Cost structures dalam bisnis model canvas juga harus dibuat dengan detail agar pengelola mengetahui berapa biaya akurat yang harus dikeluarkan ketika akan dan sedang menjalan unit usaha bumdes wisata. Contohnya adalah biaya marketing, biaya gaji, biaya sewa dan maintenace Sistem Kasir Custom, biaya kebersihan dan biaya lainnya.

Revenue Stream (RSt)

Revenue Stream adalah sumber-sumber dana yang dapat anda dapatkan untuk membangun wisata bumdes. Jika bumdes baru akan dibangun, maka salah satu revenue streamnya adalah penyertaan modal bumdes dari dana desa atau dana hibah dari pemerintah atau CSR. Sedangkan untuk bumdes yang sudah berjalan, maka revenue streamnya antara lain sebagai berikut. Biaya tiket masuk yang dapat dikelola dengan Sistem Tiket online, jasa kebersihan toilet, tiket parkir, penyewaan tenda, penyewaan penginapan, sewa alat, jasa foto, sewa tempat untuk lapak, space promosi, penjualan merchendise dan masih banyak lagi. Dapat disesuaikan dengan kondisi bumdes wisata yang anda jalankan saat ini.

Bumdes Wisata
Revenue Stream Bumdes Wisata

Pembuatan Model Bisnis Canvas desa wisata atau Bumdes Wisata

Pembuatan Model Bisnis Canvas desa wisata atau Bumdes Wisata, untuk memulai pembuatan BMC untuk unit usaha bumdes, maka pengelola atau pengurus bumdes idealnya melakukan beberapa tahap yaitu survei lokasi, survei potensi, survei peluang mitra, dan kebutuhan pendukung lain yang memungkinkan digunakan untuk menunjang usaha Bumdes wisata.

BMC yang rapi dan detail mempermudah pengelola mengambil langkah-langkah bisnis dan rencana pengembangan unit usaha dibawah naungan bumdes wisata dikemudian hari. Termasuk mengidentifikasi channel marketing yang paling efektif dan efisien untuk digunakan dalam mempromosikan Bumdes Wisata. Salah satu kabupaten yang memiliki unit usaha bumdes di bidang wisata adalah Bumdes Klaten. Jika anda mencari Bumdes Klaten, maka akan muncul banyak referensi Bumdes wisata yang ada di Klaten.

Download aplikasi Kedai Pams dan Coba Gratis

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kedaipams.app&hl=en_US

About Gobumdes

Check Also

perbedaan bumdes dan koperasi

Perbedaan Bumdes dan Koperasi Cari Tahu Perbedaannya

Perbedaan Bumdes dan Koperasi? Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang cukup sering kita dengar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami